menu

Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Juli 2010

SBI Wajib Dipegang 1 Bulan, Investor Asing Mulai Memindahkan Dananya ke SUN

JAKARTA. Investor asing mulai menggeser penempatan dananya ke instrumen bertenor lebih panjang, seperti Surat Utang Negara (SUN), ketimbang menaruh dananya di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Boleh jadi ini merupakan imbas dari rencana diberlakukannya kebijakan penguncian kepemilikan SBI selama minimal 1 bulan yang mulai diterapkan BI per 7 Juli nanti.

Hingga awal Juli 2010, kepemilikan asing di instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) memang masih menunjukkan peningkatan. Dalam rentang dua pekan bertambah Rp 4,2 triliun. Direktur Riset dan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, per 21 Juni lalu kepemilikan asing di SBI adalah sebesar Rp 37,7 triliun. Namun, per 1 Juli kemarin posisi SBI asing mencapai Rp 41,9 triliun.

Namun, bila dibandingkan dengan posisi asing di SUN, porsi asing di SBI kalah jauh. Perry menuturkan, posisi kepemilikan asing di instrumen SUN naik lebih besar daripada di SBI. Di periode yang sama, porsi kepemilikan asing di SUN per 21 Juni yang sebesar Rp 153,7 triliun naik menjadi Rp 161,9 triliun per 1 Juli 2010. "Ini artinya, minat asing bergeser ke SUN lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya," ungkap Perry, Jumat (2/7).

BI sendiri baru efektif memberlakukan ketentuan wajib pegang SBI selama 1 bulan mulai 7 Juli 2010. Pjs. Darmin Nasution menuturkan, BI sudah melakukan semua persiapan yang dibutuhkan. "Antara lain, disiapkan dalam bentuk Peraturan BI (PBI)," kata Darmin, Jumat (2/7).

Demikian juga untuk aturan detail kebijakan pelonggaran posisi devisa neto (PDN) Valas dan peluncuran instrumen term deposit yang masing-masing mulai berlaku mulai 1 Juli lalu.

7000 SDM Baru Dibutuhkan Perbankan Syariah pada 2010

Perbankan syariah masih membutuhkan sekitar 7.000 sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan sekitar 15.000 SDM di tahun 2010. Hal ini diutarakan oleh wakil direktur SDM Bank Syariah Mandiri (BSM) , Eka B. Danuwirana, pada perhelatan Second (Shariah Economic Day) 2010 yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tanggal 3 Februari 2010 lalu.
Bank Indonesia menargetkan aset Rp97 trilyun  untuk perbankan syariah pada tahun 2010. Tercatat Rp63,4 trilyun telah dibukukan oleh perbankan syariah pada November 2009. Dengan jumlah aset saat ini, perbankan syariah mampu menyerap sekitar 15 ribu SDM, sehingga, untuk mencapai target Rp97 trilyun masih dibutuhkan sekitar 7.000 SDM.
Mencari kandidat SDM untuk perbankan syariah bukanlah hal yang mudah. Setidaknya, ada empat kompetensi yang harus mereka miliki. Pertama, kompetensi inti. Perbankan syariah membutuhkan SDM yang memiliki pandangan dan keyakinan yang sesuai dengan visi dan misi perbankan syariah. Kedua, kompetensi perilaku. Yang diutamakan dari kompetensi ini ialah kemampuan SDM untuk bertindak efektif, memiliki semangat Islami, fleksibel dan memiliki jiwa ingin tahu yang tinggi. Ketiga, kompetensi fungsional. Kompetensi ini berbicara tentang background dan keahlian. SDM yang dibutuhkan ialah SDM yang memiliki dasar ekonomi syariah, operasi perbankan, administrasi keuangan, dan analisis keuangan. Yang terakhir ialah kompetensi manajerial. Dibutuhkan SDM yang mampu menjadi team leader, cepat menangkap perubahan dan mampu membangun hubungan dengan yang lain.
Fakta yang terjadi saat ini ialah banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Namun, di sisi lain, industri perbankan syariah juga sulit untuk mendapatkan pegawai. Hal ini terjadi karena kurangnya kompetensi yang dimiliki lulusan perguruan tinggi saat ini. Oleh karena itu, lulusan bermutu dan berkompetensi ialah sebuah keharusan untuk bergabung di perbankan syariah. Hal ini dapat diasah selama masih berada di perguruan tinggi